bukan karena ayat-ayat cinta booming…
bagi kami, laris tidak laris, kami akan tetap menonton ayat-ayat cinta.
bagi kami, laris tidak laris, film ini fenomenal. karena ini buku pertama kami, yang kami baca bersama selain Al-Quran. ini buku pertama kami, yang kami bahas sambil bercengkrama dalam indahnya cinta setelah kami menikah. bahkan ini buku pertama yang membuat kami meneteskan air mata, dan tiba-tiba rindu sholat ke masjid.
kenapa buku pertama?habis kita beda selera. papa lebih senang membaca politik, ekonomi dan hukum, sedangkan aku? alergi banget. aku lebih suka membaca roman atau psikologi. film? sama saja. papa senang sekali dengan film action atau silat seperti jet lee, dan steven seagel. dulu kita bisa kompak nonton jet lee, karena aku juga suka, tapi yang lain….aduh ngga deh. ngeri liat orang disiksa dan berdarah-darah. alhasil, kita ngga penah sepakat untuk nonton film apa.
tapi akhirnya dengan adanya film ayat-ayat cinta, untuk pertama kalinya aku nonton bareng papa. pertama kalinya aku peluk papa sambil menangis. dan yang terpenting, pertama kalinya aku nonton dengan menghayati, tanpa khawatir papa ngantuk !!!
ya… ayat-ayat cinta memang sekedar film. tapi bagi kami, AAC adalah moment. Moment dimana pertama kalinya aku hapus kecemburuanku. karena diantara semua mantan pacar papa, akulah yang belum pernah diajak nonton. padahal aku kan istrinya. memang itu dulu, tapi rasa cemburu kan tetap ada. tapi sekarang tidak lagi. karena papa adalah milikku selamanya.
walau begitu aku tetap belajar, seperti Aisyah dengan Laa Illa Ha Illallah
sepert teh ninih dengan Hasbiyallohu ni`malwakill
dan seperti Rosa dengan Namun harus kutinggalkan cinta, ketika ku bersujud…
ya, suamiku adalah titipan ALLAH. dan harus kujaga, dan kucinta karena cintaku pada NYA…









